Sama seperti kita semua bereaksi atas keputusan final Presiden soal masuknya Indonesia ke BoP,
Ini reaksi Ustadz Felix Siauw:
Reaksi MUI yang wait and see setelah ketemu presiden
-
Definisi “Perdamaian” bagi Trump - US dan Netan - IL udah jelas. Mereka sekomplotan penjahat perang yang gak mau kedaulatan atau kemerdekaan Palestina, kalau itu berarti Israel harus hengkang dari situ
-
Ulama dan MUI hanya diminta legitimasinya, bukan diajak pertimbangan, karena keputusan sudah dibuat Presiden Prabowo. Persis sama dengan Trump yang udah mutusin semuanya tanpa pertimbangan anggota BOP lain, dan yang lain harus nurut sama dia. Artinya nggak ada kesetaraan Indonesia dan US dalam BOP. Apalagi Israel masih dilibatkan secara istimewa
-
Kalau ada harus dan paling terlibat, ya orang Palestina, yang punya tanah. Yang nggak diikutsertakan dalam pembahasan bagaimana harusnya harapan dan keinginan mereka
-
Apa arti penjajahan? Merebut kebebasan, menentukan nasib yang dijajah. Itulah definisi BOP Aku menghormati MUI dan ulama, tapi maaf aku harus berbeda dalam pandangan BOP ini Tidak ada kompromi bagi penjajahan. Karena aku khawatir, besok-besok semua akan berpikir: Kalau kita kuat atau punya backing US, maka kita bisa ambil tanah orang lain tanpa konsekuensi. Aku gak mau normalisasi kejahatan —-
Ya kita semua sudah bersuara memberikan narasi selogis yang kita bisa. Tapi Presiden sudah memutuskan. Ulama, ormas Islam dan MUI, begitu juga tokoh para mantan Menlu dan Wamenlu, semua diundang hanya untuk melegitimasi.
Tapi kita, rakyat yang cinta saudara kita Palestina, yang menjunjung amanah konstitusi, kita berbeda pikiran dengan Presiden. Kita, saya, tetap bersama rakyat Palestina yang terus melawan penjajah IsraHel dan tentara zionis serta sekutunya.
The President does not represent the voice of Indonesian people. I stand with Palestine! Free Palestine!
